Kelas inkubasi yang kami lakukan di SMKN 22 Jakarta memberi banyak perubahan pada siswa. Program ini tidak hanya menambah ilmu, tapi juga membuat mereka langsung merasakan pengalaman nyata.
Banyak siswa yang awalnya ragu untuk berbicara di depan orang. Setelah ikut kelas ini, mereka jadi lebih berani. Presentasi proyek membuat mereka terbiasa bicara di depan teman-teman dan mentor. Hasilnya, rasa percaya diri mereka meningkat.
Sebelum ikut program, sebagian besar hanya mengenal teori bisnis digital. Mereka tahu definisi digital marketing, e-commerce, atau desain. Tapi ketika praktik, mereka bingung harus mulai dari mana. Setelah kelas inkubasi, mereka langsung mencoba membuat website, mengunggah produk, dan mengelola akun bisnis digital.
Siswa juga belajar membuat karya sendiri. Ada yang sebelumnya tidak pernah mendesain, tapi akhirnya bisa membuat poster promosi dan logo brand. Hasilnya cukup bagus dan terlihat profesional. Ini membuktikan bahwa dengan sedikit bimbingan, mereka mampu menghasilkan karya nyata.
Di bagian digital marketing, perubahan siswa terlihat jelas. Media sosial yang awalnya hanya dipakai untuk hiburan sekarang jadi alat jualan. Mereka mencoba membuat konten TikTok atau Instagram dengan tujuan promosi. Beberapa konten bahkan mendapat like dan komentar dari orang luar sekolah.
Proyek kelompok membuat suasana belajar lebih seru. Siswa terbiasa membagi tugas. Ada yang membuat konten, ada yang mendesain, ada juga yang fokus presentasi. Kerja sama ini melatih mereka untuk memahami peran tim dalam membangun bisnis.
Keterampilan baru ini berdampak besar. Mereka jadi lebih siap untuk dunia kerja. Perusahaan sekarang banyak mencari tenaga di bidang digital marketing, konten kreator, dan desain grafis. Dengan pengalaman ini, siswa punya nilai tambah.
Bagi yang ingin berwirausaha, program ini juga membuka peluang. Mereka sudah tahu bagaimana cara membuat akun bisnis, membuat konten promosi, dan melayani calon pembeli. Dengan sedikit modal, mereka bisa mulai usaha kecil sejak sekolah.
Dampak lain yang terasa adalah pola pikir siswa. Mereka jadi lebih terbuka. Dunia digital yang awalnya hanya untuk main game atau hiburan sekarang mereka lihat sebagai peluang masa depan.
Kelas inkubasi di SMKN 22 Jakarta membuktikan bahwa belajar praktik langsung lebih efektif dibanding hanya teori. Siswa jadi percaya diri, punya karya nyata, bisa bekerja sama, dan siap menghadapi dunia digital.

